Selasa, 22 Januari 2013

Bab 5 Manajemen dan Organisasi


BAB 5
Manjemen Dan Organisasi
1.       Manajemen

A.      Pengertian dan Peranan Manajemen

Secara umum pengertian manajemen adalah pengelolaan suatu pekerjaan untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dengan cara menggerakkan orang-orang lain untuk bekerja. Menurut George R. Terry (1977) menyatakan manajeman adalah suatu proses yang berbeda terdiri dari planning, organizing, actuating,dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditentukan dengan menggun manusia dan su,ber daya lainnya.

Berikut ini adalah Peranan Manajemen :
a.         Peran Interpersonal
Peran Interpersonal adalah hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya, meliputi ;
·           Figurehead / Pemimpin Simbol : Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan.
·           Leader / Pemimpin : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi permasalahan yang muncul.
·           Liaison / Penghubung : Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal.
b.        Peran Informasi
Peran Informasi adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi, meliputi ;
·           Monitor / Pemantau : Mengawasi, memantau, mengikuti, mengumpulkan dan merekam kejadian atau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.
·           Disseminator / Penyebar : Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi.
·           Spokeperson / Juru Bicara : Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.
c.         Peran Pengambil Keputusan
Peran Pengambil Keputusan adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain, meliputi ;
·           Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja.
·           Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan : Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul.
·           Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya : Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.
·           Negotiator / Negosiator : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan.

B.       Latar Belakang Sejarah manajemen
1.         Adam Smith, mempublikasi “The Wealth of Nations” pd tahun 1776, Pendukung  konsep pembagian/spesialisasi kerja (division of labor: job specialization) untuk meningkatkan produktivitas pekerja.
2.         Revolusi Industri, mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin juga menciptakan organisasi besar berdasarkan kebutuhan  manajemen.
3.         Teori Manajemen Ilmiah, menggunakan metoda ilmiah untuk menentukan “satu cara terbaik” untuk suatu tugas : menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan tertentu dengan perlengkapan dan alat yang tepat, memiliki metoda standar untuk melakukan pekerjaan, menyediakan insentif ekonomi kepada pekerja.
4.         Prinsip Manajemen Taylor, mengembangkan sains bagi setiap elemen kerja individu, yang akan mengganti metoda rule-of-thumb yang lama. Memilih kemudian melatih, mengajar, dan mengembangkan pekerja secara ilmiah. Bekerjasama secara tulus dg pekerja demi menjamin semua pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmiah yang telah dikembangkan. Membagi kerja dan tanggungjawab secara sama antara manajemen dan pekerja. Manajemen mengambil alih seluruh pekerjaan pada saat hal itu lebih layak dilakukan ketimbang para pekerja.

C.      Fungsi dan Proses Manajemen
a.         Di bawah ini fungsi-fungsi manajemen :
1.        Fungsi Perencanaan / Planning
Fungsi perencanaan adalah suatu kegiatan membuat tujuan perusahaan dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.
2.        Fungsi Pengorganisasian / Organizing
Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.
3.        Fungsi Pengarahan / Directing / Leading
Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya.

4.        Fungsi Pengendalian / Controling
Fungsi pengendalian adalah suatu aktivitas menilai kinerja berdasarkan standar yang telah dibuat untuk kemudian dibuat perubahan atau perbaikan jika diperlukan.

b.        Proses manajemen
Beberapa gugusan kegiatan dasar yang berhubungan secara integral, yang dilaksanakan di dalam manajemen secara umum, yaitu proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan dan proses pengendalian, dalam rangka mencapai sesuatu tujuan secara ekonomis. Sesungguhnya keempat proses itu merupakan hasil ikhtisar dari berbagai pendapat praktisi dan ahli mengenai manajemen.
1.        Proses perencanaan meliputi gagasan bahwa manajemen mengantisipasi berbagai kondisi seperti peluang dan kendala di masa depan, dan berusaha menetapkan lebih dulu apa yang harus mereka lakukan dan apa yang akan mereka capai.
2.        Proses pengorganisasian berarti menempatkan orang dan prasarana serta sarana dan sumberdaya dalam suatu tata-hubungan yang kondusif untuk bekerja sama menuju sasaran bersama.
3.        Proses pelaksanaan meliputi pemberian arahan, perintah kerja, dorongan dan motivasi kerja, serta pemecahan masalah. Sementara itu
4.        Proses pengendalian dilakukan dengan pengamatan, mencermati laporan, dan melakukan inspeksi supaya pekerjaan di semua bagian sesuai dengan persyaratan kualitas dan ketentuan rencana hasil, dan sesuai dengan anggaran biaya.

D.      Ciri-ciri manajemen professional
Menurut Edgar H. Schein dan Borje O. Saxbreg dalam Stoner James A.F. dan Charles Wankel,1988 merumuskan cirri-ciri manajer professional :
1.         Orang-orang yang professional mendasarkan keputusannya pada prinsip-prinsip umum, sehingga banyaknya kursus dan program latihan manajemen menunjukkan bahwa prinsip-prinsip manajemen dapat dipercaya dan digunakan sebagai patokan khusus.
2.         Orang-orang professional mencapai setatus profesionalnya melalui prestasi bukan melalui favoritism, atau factor lain yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
3.         Orang-orang professional harus tunduk pada kode etik yang melindungi kliennya.
4.         Borje O. Saxbreg manyatakan karakteristik keempat adalah profesionalismeyaitun pengabdian dan ketertarikan sehingga dalam setiap bidang orang-orang professional menggabungkan hidup dan pekerjaanya melalui pengabdian dan keterikatan pribadinya.

E.       Ketrampilan manajeman yang dibutuhkan

Keterampilan yang dibutuhkan manajer pada setiap tingkatannya. Manajer yang berada di tingkat paling atas, atau disebut top manager, lebih membutuhkan keterampilan konseptual dibanding keterampilan lainnya. Manajemen paling bawah lebih memerlukan keterampilan teknikal seperti akuntansi, komputer, atau keterampilan memperbaiki mesin. Keterampilan ketiga, yaitu keterampilan berkomunikasi, dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.

2.       Organisasi

A.      Definisi Organisasi
Pengorganisasian (Organizing) Menurut kamus istilah organizing berarti menciptakan suatu struktur  dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antara bagian-bagian dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan sruktur tersebut. Sedangkan pengorganisasian sendiri mempunyai arti yakni sekelompok orang yang bekerja sama dengan menempatkan tugas,fungsi,wewenang, dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Boone dan Katz, organisasi adalah Suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan dari definisi dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3 elemen pokok : Interaksi manusia, kegiatan yang mengarah pada tujuan, dan struktur organisasi itu sendiri.

B.       Pentingnya Mengenal Organisasi
Pentingnya mengenal Organisasi:
a.    Terciptanya hubungan yang baik antaranggota organiosasi.
b.    Setiap anggota mengetahui tugas dan tanggung jawabnya dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
c.     Spesialisasi dalam melaksanakan tugas.
Contoh berkaitan dengan organisasi seperti, tim olah raga dan organisasi sosial, kelompok keagaamaan, bahkan kelompok binatang pun ada, seperti lebah, semut, rayap. Perusahaan kecil, fungsi pengorganisasian sederhana, misal : took kelontong, manajer-pemilik toko mempekerjakan beberapa orang ; melayani pembeli, membersihkan, mengatur barang, serta menjaga toko.

C.      Bentuk-bentuk Organisasi
1.         Organisasi Lini
Garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dan bawahan. Ciri-cirinya : Jumlah karyawan sedikit, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana, sarana dan alatnya terbatas, hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung, bentuk lini pada perusahaan perseorangan, pemilik perusahaan adalah top manager.
2.         Organisasi Fungsional
Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus. Ciri-cirinya : Organisasi kecil, terdapat kelompok kerja staf ahli, spesialisasi dalam pelaksanaan tugas,target yang hendak dicapai jelas dan pasti, pengawasan yang ketat.
3.         Organisasi Garis dan Staff
Pelimpahan wewenang secara vertikal dari pimpinan ke kepala bagian dibawahnya serta masing-masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misal : kearsipan, keuangan, dan personel. Ciri-cirinya : Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya langsung, karyawan banyak, organisasi besar, ada 2 kelompok kerja organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi.
4.         Organisasi Fungsional dan Garis
Wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian dibawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian. Ciri-cirinya : Tidak tampak pembedaan tugas pokok dan bantuan, spesialisasi praktis pada pejabat fungsional, pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon.
5.         Organisasi Matrik
Organisasi Matrik disebut juga sebagai Organisasi Manajemen Proyek yaitu penggunaan struktur organisasi menunjukkan di mana para spesialis yang punya ketrampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan proyek yang harus diselesaikan.
6.         Organisasi Komite
Tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh kelompok pejabat, yang berupa komite atau dewan atau board dengan plurastic manajemen. Terdiri dari : Executive Committe (Pimpinan Komite) Anggotanya mempunyai wewenang lini, staff Committee Orang-orang yang hanya mempunyai wewenang staf.

D.      Prinsip-prinsip Organisasi
Berkaitan dengan pembentukan atau penyusunan suatu organisasi, maka perlu diperhatikan beberapa prinsip-prinsip atau asas organisasi. Diantaranya adalah:
·            Perumusan Tujuan yang Jelas. Tujuan dan arah merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan suatu organisasi. Karena dari tujuan ini akan terlihat hasil yang akan dicapai baik itu secara fisik maupun non fisik.
·            Pembagian kerja. Dalam pembentukan suatu organisasi harus terlihat dengan jelas akan pembagian kerja dari masing-masing unit (sub) organisasi, hal ini supaya tidak terjadinya tumpang tindih aktivitas dan dapat menghambat tercapainya suatu tujuan.
·            Delegasi kekuasaan. Dengan adanya pembagian kerja tersebut yang jelas maka akan telihat pula garis komando dan delegasi kekuasaan (wewenang) dari masing-masing unit kerja.
·            Rentang kekuasaan. Rentang kekuasaan merupakan penjabaran dari pendelegasian suatu kekuasaan. Parameter dan tolok ukur pun harus menjadi bagian dari rentang kekuasaan, sehingga tidak timbul diktatoris kekuasaan atau kesewenangan kekuasaan tersebut.
·            Tingkat pengawasan. Penggambaran tingkat pengawasan yang timbul antar atasan dengan sub (unit) bawahannya harus lah terlihat dalam struktur organisasi tersebut. Sehingga batasan apa yang menjadi hak dan kewajiban baik itu atasan maupun bawahan akan tercipta.
·            Kesatuan perintah dan tanggung jawab. Dengan tergambarnya struktur organisasi yang jelas maka kesatuan perintah atau komando akan terlihat pula. Begitu juga dengan tanggung jawab dari orang yang memberikan delegasi (perintah) akan nampak.
·            Koordinasi. Ini pun harus terlihat dengan jelas dalam penyusunan suatu organisasi. Koordinasi dari masing-masing divisi atau unit kerja akan tercipta. Dengan demikian tujuan suatu organisasi ini akan semakin  cepat tercapai.

E.       Keterampilan manajemen yang dibutuhkan
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut adalah:
a)        Keterampilan konseptual (conceptional skill)
Manajer tingkat atas (top manager) harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi.
b)        Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan.
c)         Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

F.        Sebab Keberhasilan dan Kegagalan Organisasi
1)        Sebab-sebab keberhasilan organisasi :
a.    Memiliki ide atau visi yang jelas.
b.   Kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko waktu maupun uang.
c.    Membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan, dan menjalankannya.
d.   Mengembangkan hubungan baik dengan mitra usaha maupun dengan pihak yang terkait.

2)        Sebab-sebab kegagalan organisasi
Manajemen yang kurang bagus itu bisa saja karena dari pemimpinan perusahaan atau manajer  yang tidak bisa menangani jalannya perusahaan tersebut, mungkin juga pemimpin perusahaan tidak bisa berkerja sama dengan anggota-anggotanya yang ada , kurang tanggun jawab terhadap tugas masing-masing, kurangnya rencana masa depan.




Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar